Hukum Perdata 2

Standar

Bab VI
TINDAKAN SEBELUM DN SELAMA SIDANG

1.Cara Pemanggilan Pihak-pihak, Petugas dan Kewajiban

cara pemanggilan pihak-pihak, petugas dan kewajibannya diatur dalam pasal 388 H.I.R yang dapat diketahui bahwa :
a. untuk menjalankan panggilan, pemberitahuan, dan sekalian surat juru sita yang lain, juga untuk melakukan perintah hakim dan putusan hakim, sama-sama berhak dan diwajibkan sekalian juru sita dan pesuruh yang bekerja pada majelis pengadilan dan pegawai kuasa umum.
b. jika tidak ada orang yang demikian itu, maka ketua majelis pengadilan, yang dalam pegangannya surat jurusita itu akan dijalankan, harus menunjukan seseotang yang patut dan boleh dipercayai untuk pekerjaan itu.

selanjutnya dalam pasal 390 H.I.R. menentukan bahwa :
a. tiap-tiap surat juru sita, kecuali yang tersebut dibawah ini, harus disampaikan kepada orang yang bersangkutan sendiri ditempat diamnya atau tinggalnya dan, jika tidak bertemu dengan orang itu disitu, kepada kepala desanya atau beknya, yang wajib dengan segera menberitahukan surat juru sita itu kepada orang itu sendiri, akan tetapi hal itu tidak perlu dinyatakan dalam hukum
b. tentang orang yang sudah mati, maka surat jurusita itu disampaikan kepada ahli warisnya,jika ahli warisnya tifak diketahui maka surat tersebut disampaikan kepada kepala desa atau bek ditempat tinggal yang terkemudian dari orang yang mati di indonesia, maka kepala desa atau bek itu harus berbuat sesuai dengan ayat diatas. Jika orang yang mati itu masuk golongan orang timur asing maka surat jurusita itu diberitahukan dengan surat tercatat keoada balai harta peninggalan
c. Tentang orang yang tidak diketahui tempat diam atau tinggalnya dan tentang orang yang tidak dikenala , maka surat juru sita itu disampaikan kepada bupati yang falam pegangannya terletak tempat tinggal orang yang menggugat dan dalam perkara pidana, yang dalam pegangannya berkedudukan hakim yang berhak, bupati itu memaklumkan surat jurusita itu dengan menempelkan pada pintu terbesar ditempat persidangan hakim yang berhak.

Dalam pasal 391 HIR mentukan bahwa untuk menghitung waktu yang ditentukan dalam reglemen ini maka hari mulai waktu itu berlaku tidak dihitung

Dalam pasal 392 HIR menentukan bahwa
a. Saksi-saksi yang dipanggil baik dalam perkara pidana maupun perdata, dan datang menghadap baik dalam persidangan ataupun di luar , berhak mendapat ganti kerugian ongkos perjalanan dan penginapan, menurut tarif yang yang telah ada atau telah ditentukan.
b. Hakim dan pegawai polisi pengadilan harus memberitahukan kepada saksi yang datang menghadap padanya besar kerugian yang patut diterima mereka.

note: istilah gilingan timur asing pada pasal 390(2) HIR sebaiknya dibaca golongan yang tunduk pada hukum perdata barat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s