Promosi Silat Dengan Si Bule ?

Standar

Siapa yang tak menggunakan produk luar negeri? Mulai dari makanan, baju, sepatu, tas, hp, sampai beladiri hasil produk luar negeri semuanya menjadi incaran. Rasanya orang indonesia sudah lupa diri, apa-apa maunya yang merek luar negeri, maunya yang hasil luar negeri, padahal produk-produk itu harganya setinggi langit dan membuat kita merogoh kocek sedalam galian tambang (sedikit berlebihan ya,,,sengaja tuh), mereka lebih bangga pakai produk luar negeri. Saya sendiri pun tak luput dari rasa bangga memakai produk luar negeri.

Adanya fenomena rasa bangga pada produk luar negeri membuat ada perasaan risau di hati wirausahawan lokal (padahal gak ada fenomena itu juga udah risau ya?) “Apakah produk lokal mereka akan laku dipasaran selama ada produk luar negeri?” Rasa risau tersebut pastilah juga singgah di hati para guru silat dann penggelut silat lainnya, “Apakah silat akan laku dipasaran selama ada beladiri impor?”

Ah…rasanya hati saya juga sedikit risau tentang silat walaupun saya sebatas orang yang demen nonton silat. Mungkin saat ini silat mulai terlihat bangkit tapi entah besok dan hari-hari selanjutnya. Para pecinta silat (termasuk  didalamnya guru, murid, penikmat, dan penonton silat)hanya dapat melakukan promosi dan promosi silat saja selanjutnya tetap masyarakat yang menentukan, apakah mau memakai silat atau tidak,apakah bangga dengan silat atau tidak.

Ada hal yang sebenernya saya anggap lucu tiba-tiba melintas dipikiran saya, apa mungkin kita promosi silat pake orang bule? biar keliatan impor gitu… Kalau biasanya pesilat Indonesia yang tampil di depan orang-orang bule kali ini biarlah orang bule yang tampil didepan orang-orang Indonesia, mungkin dengan seperti itu masyarakat  bisa merubah sedikit pandangannya terhadap silat dan bisa membuat mereka melek kalau silat sekarang bisa bermerek luar negeri.

Si Bule bersilat? Apa aja ya keuntungan bila hal itu dilakukan?(menurut saya)

1. Silat makin dianggap bagus oleh masyarakat karena ada rasa bangga ketika melihat orang luar negeri memeragakannya.

2. Akan semakin banyak orang yang menikmati, menggilai dan mungkin akan bertambah populasi pesilat di Indonesia dan di Dunia.

3. Mungkin dengan banyaknya orang yang ikut latihan silat bisa didirikan yang namanya sekolah silat atau paling tidak akan terbukanya peluang besar diadakannya tempat2 khusus latihan silat

4. Silat tradisional bisa semakin bagus pengemasannya (pengurusan dan organisasinya, dll.)

tapi ada juga jeleknya jika itu dilakukan adalah (lagi-lagi menurut saya)

1. Silat bisa kehilangan ke Tradisionalannya, tau sendiri orang-orang sekarang yang maunya apa-apa serba modern (saya masih tidak mengerti dengan modern itu apa ya?)

2. Dimungkinkan akan bertambahnya perguruan dengan teknik sama, kalau toleransi tinggi sih tak masalah yang masalah adalah kalau terjadi bentrok yang ada nama silat bukannya membaik malah memburuk.

3. Bisa jadi sang guru silat yang tak mengerti denga pengemasan perguruan silat malah minder dan akhirnya hilang dari peredaran dunia silat.

Ah sudahlah cukup melanturnya…(Niatan mau off dari dunia silat untuk fokus ke skripsi eh malah ngelantur begini)

One response »

  1. ░░█░█▀▀░█▀█▀█░█▀█░█▀█░█░░
    ░░█░█▀░░█░█░█░█▄█░█░█░█░░
    ▄▄█░█▄▄░█░░░█░█░░░█▄█░█▄▄

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s