Mie Instan VS Silat

Standar

Siapa sih yang gak tau mie instan, rasanya semua orang indonesia makanan favoritnya mie instan deh, apalagi kalo pas lagi hujan-hujan, pas lagi kumpul2, pas lagi kemping dan pas lagi gak PUNYA DUIT (pengalaman pastinya).

Entah kenapa mie instan itu terasa nikmat padahal nilai gizinya belum tentu memenuhi kebutuhan gizi kita sehari-hari, apa karena MURAHnya? mudah dimasaknya/ INSTAN? atau memang karena RASAya?

Saya rasa semuanya masuk dalam hitungan. Mie instan jelas lebih murah daripada makan nasi dan lauk pauk, kenyangnya juga sama. Mie instan karena mudahnya dimasak tinggal direbus doang bahkan ada yang bisa langsung disiram air panas, rasanya juga udah ada berbagai rasa yang pastinya mirip dengan makanannya yang asli.

Lantas apa hubungannya Mie instan dengan Silat? Sebenernya gak ada hubungannya selain, kalau habis latihan enaknya makan mie instan,hehehe…

Mari kita umpamakan silat seperti mie instan. Silat bukan hal baru di Indonesia, siapa yang tidak mengenal silat.  Anak kecil sampai aki-aki dan ninik-ninik aja tahu silat (sekedar tahu doang juga gak papa bagusnya ya mesti bisa). Silat, katanya berasal dari Indonesia, Indonesia di teriak-teriakkan sebagai tuan rumahnya silat.  Ikut latihan silat tidak perlu merogoh kocek terlalu dalam karena termasuk kategori olahraga MURAH setelah joging (mahalan juga joging, liat aja tuh sepatu lari di mall, harganya bisa ngabisin gaji pegawai pabrik sebulan, kalau silat cukup modal celana silat/celana pangsi yang harganya gak seberapa, kecuali jadi atlit, apalagi atlit yang sudah diatas tingkat nasional, bisa berjuta2 harga seragamnya). Silat juga sebenarnya tergolong MUDAH alias INSTAN, terbukti dari anak-anak, orang dewasa sampe orang tua masih bisa belajar silat, tergantung niat dan kemauan mereka sajalah. Silat kalo dibandingin dengan yang lain RASAnya pasti lebih nikmat dari olahraga yang lain, ada rasa sabandar, cikalong, cimande, sera,  harimau, kumango, tuo, dan yang lainnya, itu baru dari rasa kalo dari bumbunya ada jurusnya yang beraneka ragam yang kalau dikumpulkan bisa jadi perpustakaan, ada ibingannya yang tiap daerah beda-beda, ada tenaga dalamnya, ada ilmu pengobatannya, wah pokoknya silat itu RASAnya komplit dah.

Lantas kalau Mie instan saja bisa digemari oleh masyarakat kenapa silat tidak bisa? Apa masalahnya?

Lihatlah mie instan, diwarung besal sampai supermarket menjualnya, maka silat juga harus seperti itu, dari kampung kecil sampai kota besar, dari halaman rumah sampai gedung olahraga harusnya ada tempat latihan silat. Lihatlah Mie instan yang kemasannya biar dari pelastik tapi beraneka ragam, harusnya silat juga seperti itu. Lihatlah mie instan yang menjadi makanan pertama yang disalurkan untuk para korban bencana, silat haruslah menjadi kemampuan yang pertama digunakan untuk menangani kesulitan hidup.

MIE INSTAN memang MURAH tapi gak MURAHAN. SILAT memang dari KAMPUNG tapi gak KAMPUNGAN.

Sekian terima kasih…salam panjang umur dah buat silat….

mie vs silat

3 responses »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s