Matahari saksi akhir cintaku

Standar

Perkenalan 1

Vina singkat saja teman-temanku dan orang-orang disekitarku memanggilku. Aku hanya gadis biasa, aku selalu ceria dan tak mengambil pusing sebuah masalah.

Kisahku dimulai sejak aku berumur 5 tahun. Sebuah keluarga datang dan tinggal di komplek perumahan tempat aku tinggal. Mereka 2 kakak beradik. Arda dan Vini. Sejak perkenalanku dengan mereka aku menjadi sahabat mereka.

Vina siang itu karena tak ada kegiatan hanya mengurung diri dikamarnya sambil membaca buku yang dipinjam dari Ema temannya sejak SMP dulu. seseorang mengetuk pintu kamarnya.

“Siapa sih ganggu aja.” Vina menutup bukunya dan beranjak dari tempatnya, ia merepihkan rambutnya yang sedikit berantakan didepan kaca.

Sekali lagi pintu diketuk.

“Siapa??” Vina segera membuka pintu. Ia terkejut hingga mundur satu langkah dari tempatnya berdiri.

“Kok bengong sih? Gak inget sama aku?” Tanya orang yang berdiri didepan kamar Vina.

“Kamu??” Vina memperhatikan dari ujung kaki hingga ujung rambut.

“Yah aku Arda…masih ingetkan?”

Vina segera memeluk Arda, ia begitu merindukan sahabat kecilnya itu, entah sudah berapa lama ia tak berjumpa dengannya.

“Hei…udah dong meluknya, nanti aku keenakan loh…”Goda Arda.

Vina melepaskan pelukkannya dan tersenyum, “Aku kangen banget sama kamu, Vini ikut?”

Arda menggeleng, “Aku sendiri.”

Mereka berdua diam sesaat dan saling menatap.

“Cantik juga kamu…” Goda Arda lagi.

“Apa sih? baru juga bertemu udah godain aku.” Vina mengajak Arda keruang tamu. “Ada apa kamu kesini sendirian?”

Arda tak langsung menjawab pertanyaan Vina, ia melihat keadaan rumah Vina dulu, melihat dari jauh foto-foto yang berada di dinding. “Aku mau undang kamu.”

“Undang aku? Maksudnya?”

“Ikut aku dan Vini merayakan kelulusanku.”

Vina menganggukkan kepalanya, “Aku belum ucapkan selamat, selamat yah…kita mau kemana emangnya?”

“Em…gak usah jauh-jauh, kita kepuncak aja, gimana mau ikut? Oh iya aku haus nih.”

“Ya ampun maaf aku lupa kasih kamu minum, sebentar yah.” Vina berjalan kedapur dan langsung membuatkan minum untuk Arda.

“Sirup merah yah…” Teriak Arda.

Vina keluar membawa 2 gelas berisikan sirup merah yang wanginya sudah menggoda Arda.

“Ayo minum.” Tawar Vina.

Arda langsung meminumnya hingga tersisa sedikit. “Gimana mau ikut?”

Vina mengangguk, “Boleh…kapan?”

“Minggu depan, bisa?”

“Bisa.”

“Oke kalau begitu nanti kamu kerumahku yah…masih ingetkan alamatnya?”

Vina hanya mengangguk.

“Oke aku tunggu jumat depan, sabtu pagi kita baru berangkat.”

“Oke aku kerumah kamu.”

“Aku gak bisa lama-lama, kita ketemu minggu depan yah.” Arda mengecup pipi kanan Vina dan Vina membalasnya.

“Bye…” Vina melambaikan tangan pada Arda.

* * *

Vini masuk ke kamar Arda, “Vina jadi kesini?”

Arda yang lagi mengerjakan sesuatu didepan komputernya hanya mengangguk.

“Akhirnya kita bisa liburan bareng lagi kaya dulu, aku kangen banget sama Vina.” Ucap Vini sambil membaringkan tubuhnya di tempat tidur Arda.

Arda berpaling kepada Vini, “Gw juga kangen dia.”

Ting…tong…ting…tong…suara bel rumah berbunyi, Vini segera keluar dari kamar Arda. Dari wajah vini Arda tau bahwa Vina sudah datang.

“Vina…”Vini segera menyongsong tubuh Vina setelah membukakan pintu, “Aku kangen banget sama kamu.”

“Aku juga kangen sama kamu, Arda mana?”

“Ada dikamarnya, sebentar juga dia keluar. Malam ini kamu tidur sama aku yah…” Vini mengambil alih tas yang dibawa Vina, “Temuin Arda dulu, dari tadi dia nunggu kamu tuh.”

Vina melepaskan senyumannya untuk Vini, “Aku temuin Arda dulu yah.” Vina berjalan kekamar Arda, tentu saja setelah diberitahu letaknya oleh Vini.

Vina menarik napasnya dalam-dalam baru kemudian ia membuka pintu didepannya, Vina memasukkan kepalanya duluan untuk melihat keadaan kamar itu.

“Gak usah malu-malu, ayo masuk.” Adra bangkit dari kursi didepan meja computer dan langsung menyambut Vina, “Kok lama?”

Vina tersenyum sebentar, “Tadi aku ada kegiatan dulu, gak marahkan?”

Arda menggeleng, “Aku punya hadiah untuk kamu.” Arda memeluk Vina dari belakang dan memberikan sebuh kotak.

“Apa ini?”

“Ayo buka”

Vina membukanya dengan perlahan, ini kado pertama dari Arda setelah sekian lama tak bertemu.

Melihat isinya Vina langsung berbalik dan memluk Arda, “Terima kasih, aku suka kalungnya.”

“Jangan sampai hilang yah, aku mesennya lama.” Arda tersenyum pada Vina.

Vina ngobrol lumayan banyak hari itu dengan Vini dan Arda. Vina merasakan hal yang lama ia rindukan, masa-masa indahnya dulu bersama Vini dan Arda.

Untuk sementara kita tinggalkan Vina, Vini dan Arda.

“Dimana lo?” ucap seorang laki-laki di sebrang telepon.

“Jutek amet sih nanyanya. Aku lagi dirumah. Ada apa tumben? Lagi gak ada temen ngobrol yah?”

“Iya nih…Ema, boleh Tanya gak?”

“Tentang apa?”

“Vina mau pergi kemana sih? Kok dia gak mau kasih tau gw?”

Ema, sahabat sejak SMP Vina diam sebentar. “Tanya aja sendiri sama dia.”

“Dia gak mau jawab.”

“Yah kalo begitu berarti emang bener-bener rahasia.”

Laki-laki yang berbicara dengan Ema lewat telepon terdiam sebentar, “Gw kurangnya apa sih?”

“Hah…tadi ngomong apa?”

“Gw kurangnya apa sampai Vina gak mau sama gw.”

“Em…gak ada kurangnya, Cuma banyak lebihnya dari cowok laen. Lebih ganteng n lebih narsis, hehehe…”

“Gw serius Ema.”

“Oke…” Ema diam untuk memikirkan kata-kata selanjutnya, “Vina cinta laki-laki lain, Yadh”

“Siapa laki-laki itu? Laki-laki yang lebih baik dari gw? Yang lebih tampan? Yang lebih kaya?”

“Bukan… aku gak tau dia lebih tampan, kaya atau lebih baik dari kamu, yang aku tau Vina sudah cinta dari sebelum aku kenal dia.”

“Huh…”Riyadh menghela napas, “Gitu yah…makasih atas infonya, gw mau jalan-jalan aja.”

“Bagus tuh dari pada lo mikirin Vina terus, mending lo jalan-jalan tapi jangan dugem yah apalagi minum, ingetkan Vina gak suka banget sama orang yang minum minuman keras.”

“Ya aku ingat, thanks udah ngingetin. Bye Ema.”

“Bye Riyadh.”

Ema membaringkan tubuhnya ditempat tidur, “Vina…Vina kenapa sih gak terima Riyadh jadi pacar kamu aja, cowok sebaik itu kok disia-siain.”

* * *

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s