Lapak Hidroponik

Standar

Untuk tangerang dan sekitarnya
YUK belajar hidroponik, bertanam tanpa tanah, murah, mudah, bersih, bebas pestisida.

Sedia starter kit untuk pemula, disertai dengan petunjuk, mudah, bersih dan hasilkan sayur segar sendiri
– starter kit hidponik 1 (nutrisi, media tanam, benih) 50.000 (1kg)
– starter kit hidponik 2 (nutrisi, media tanam, benih, 1 bak dan penutup) 100.000 (1kg)
– starter kit hidponik 3 (nutrisi, media tanam, benih, 2 bak dan penutup) 150.000 (2kg)

Media tanam rockwoll, menyimpan air lebih baik dan ramah lingkungan
– rw 1 slab 63.000, (2kg) (ready)
– rw 1/2 slab 35.000 (1kg) (ready)

Tersedia ukuran kecil harga 10.000
– Nutrisi sayur (pekatan 5liter) 95.000
– Nutrisi sayur (pekatan 500ml) 25.000
– Nutrisi Tomat (pekatan 1 Liter) 35.000
– Nutrisi Cabe (pekatan 1 liter) 35.000

Sedia juga aneka benih repack, harga murah, isi berkualitas.
– bayam merah isi ratusan benih (5.000)
– bayam hijau isi 5gr (3.000) PROMO
– kangkung isi 30gr (5.000)
– sawi manis isi 3gr (5.000)
– sawi batang putih isi 1gr (3.000) PROMO
– sawi pagoda isi seratus benih (5.000)
– pakchoy isi 1gr (3.000) PROMO
– kailan isi 1gr (5.000)
– seledri isi puluhan benih (3.000) PROMO
– selada grand rapid isi ratusan benih (5.000)
– selada red rapid isi ratusan benih (5.000)
– tomat rempai isi 30 benih (5.000)
– tomat sayur isi 10 benih (3.000) PROMO
– cabai merah besar isi 30 benih (5.000)
– buncis isi 10 benih (5.000)
– timun isi 10 benih (5.000)
– semangka isi 5 benih (5.000)
– melon isi 5 benih (5.000)
– bawang tuk-tuk isi puluhan benih (5.000)
– terong ungu isi 30 benih (5.000)
– terong putih isi 30 benih (5.000)

Aneka Cabe Hias
– cabai red bhut jolokia isi lebih dari 10 benih(22.000) cabe terpedas tahun 2007
– cabai candle purple isi lebih dari 10 benih (17.000)
– cabai red peter isi 10 (20.000)
– cabai yellow trinidad scorpio isi 10 (20.000) cabe terpedas tahun 2012

Kemasan asli
1 Bayam Hijau Maestro
2 Bayam Merah Mira
3 Bunga Kol Mona
4 Caisim Shinta
5 Kangkung Bangkok
6 Sawi Putih Dakota
7 Selada Balto
8 Seledri Amigo
9 Bawang tuk tuk
10 Buncis Perkasa
11 Kacang Panjang Parade
12 Paria Lipa
13 Timun Baby
14 Terung putih Kania
15 Terung Ungu Mustang
16 Melon Amanta
17 Semangka Possa
18 Tomat Permata
19 Cabe besar Gada
20 Cabe keriting Kastilo
21 Cabe Rawit Dewata
22 Cabe Rawit Pelita
Harga 10.000

pengiriman melaui jne/ ambil di tempat saya,sangiang, tangerang
SMS ke 085885829027
dengan Format : Nama anda_nama paket/barang dan jumlahnya_alamat anda

Kopdar Komunitas Hidroponik Tangerang Raya

Standar

Akan dilaksanakan Kopdar Hitara ke-4 dengan tema “Pemasalahan pada Sistem NFT dan Cara Mengatasinya” pada Minggu, 29 maret 2015, pukul 9-14 di Farm Hidroponik 74, jl. Sengkol masuk Gang SD 3 Muncul (sebelum pondok rizki) Tangsel, Kuota 35orang, htm 35.000. Silahkan sms/wa ke Dolly 085885829027 untuk pendaftaran

Kopdar Hitara Bulan Februari

Status

Sudah memasuki bulan Februari kali ini HITARA akan mengadakan kopdar lagi nih dengan pembahasan NFT dan Air, yang akan dilaksanakan pada tgl 22 februari pukul 9:00-14:00, htm sebesar 35 rb bertempat di Sekretariat HITARA Jl. Tegal Sari Raya No. 47 (depan pengadilan negeri tangerang)
Yuk ikutan, segera registrasi ke 08998899094 via sms atau telp

Hitara – Komunitas Hidroponik Tangerang Raya

Gambar

Em… Apa ya itu Hitara?
Ada yang tau?
Sedikit saya mengulas mengenai Hitara.

Hitara adalah komunitas hidroponik Tangerang Raya. Anggota Hitara sendiri awalnya bertemu melalui dunia maya yang kemudian berlanjut ke kopi darat pertama dengan mengunjungi kebun Om Ika di Cikupa pada 2 November 2014. Melihat antusias yang ikut kopi darat pertama maka diadakanlah kembali kopi darat kedua bertempat di SDN 12 Tangerang dan Om Ari sebagai tuan rumahnya pada tanggal 7 Desember 2014, pada saat itulah terbentuk segera Komunitas Hidroponik Tangerang Raya yang disingkat dengan HITARA. Hitara sendiri didirikan dengan visi memperkenalkan hidroponik seluas-luasnya di daerah tangerang serta menjadikan komunitas ini sebagai wadah belajar mengenai hidroponik. Anggota Hitara merupakan warga Tangerang yang menggeluti hidroponik baik yang sudah banyak pengalaman maupun pemula tanpa memandang usia, siapa saja bisa bergabung.

Kenapa hidroponik?
Hidroponik saat ini dianggap sebagai salah satu alternatif sistem tanam tanpa tanah. Diharapkan dengan sistem hidroponik semua orang dapat berkebun tanpa bingung dengan masalah lahan. Oleh karena itulah Hitara memilih hidroponik untuk diperkenalkan pada masyarakat umum.

Dalam waktu singkat telah terpilih Om Sekhu sebagai ketuanya, Om Dante sebagai wakil ketua, Mbak Fitri sebagai sekretaris, Mbak Dolly sebagai Bendahara, Mas Ari sebagai humas, selain itu hitara juga dilengkapi dengan research dan development yang diisi oleh Om Eko dan Om Hadi serta dibidang kepengajaran diisi oleh Mbak Jean. Dengan susunan pengurus yang dirampingkan diharapkan lebih mudah koordinasinya tanpa menutup kemungkinan akan ditambahkan bagian lain untuk kemajuan Hitara dan anggota.

Dalam waktu sebulan, Hitara sudah melangkah perlahan dengan ikut pameran di perumahan Bukit Tiara di Jatake pada tanggal 31 Desember 2014 lalu. Pada pameran itu yang ditampilkan ada beberapa sistem hidroponik yaitu wick, DFT, Ebb and Flood, juga menyediakan beberapa kebutuhan hidroponik. Selain sistem hidroponik juga memperkenalkan beberapa jenis tanaman yang belum familiar dikonsumsi oleh penduduk Indonesia. Pameran itu dengan sukses menarik minat warga perumahan Bukit Tiara. Melihat minat warga maka segera diadakan pelatihan singkat mengenai sistem paling mudah di hidroponik.

Hitara masih terus berkembang, walau baru beberapa kali diadakan pertemuan tapi tetap berkomunikasi melalui grup WA dan Grup Fb kini Hitara telah memiliki web sendiri yaitu hitara.org sebagai bagian promosi Hitara dalam memperkenalkan hidroponik maupun bagian komunikasi massal terhadap anggotanya dan warga lainnya.

Salam hidro…
Hitara

DMaylissa

Loyalitas dalam Dunia Silat

Standar

Loyalitas, kita banyak mendengar kata itu jika sedang membicarakan hubungan antar pegawai dan perusahaan, tapi apa itu loyalitas?

Loyalitas bisa dikatakan kepatuhan dan kesetiaan. Kepatuhan seperti apa dan kesetiaan seperti apa yang dimaksud?

Em, apa ada loyalitas dalam dunia “SILAT”?

Seorang guru dalam dunia silat bukan hanya seorang guru, tapi juga orang tua dan teman untuk berbagi. Seorang guru bukan hanya mengajarkan gerak silat tapi juga mengajarkan mengenai sikap dan cara pandang dalam hidup. Seorang guru akan sangat menjaga apa yang ia dapat dulu dari gurunya, menjaga tata tertib dan adatnya. Itulah loyalitas seorang guru kepada guru dan keilmuannya.

Tau kah anda banyak guru silat tradisional yang sangat sayang kepada muridnya, rela membantu mereka ketika ditimpa kesulitan dan mampu menjadi tempat mencari solusi. Itulah bentuk loyalitas pada sikap gurunya dulu yang juga memperlakukannya seperti itu.

Begitu banyak curahan perhatian dan waktu untuk murid dari sang guru, tapi apakah sang murid sadar bahwa guru juga mengeluarkan banyak materil atau uang untuknya? Mungkin jika kita sebagai murid tak sadar ketika kita datang mengganggu waktu istirahatnya yang harusnya bisa digunakan guna memulihkan badannya agar esok hari bisa bekerja dengan baik, tapi guru hanya tersenyum ketika melatih kita, walau kita banyak salah mereka terus mengajarkan dengan tekun, ketika kita lelah setelah berlatih kadang sang guru yg menyuguhi kita minum dan mungkin singkong rebus yang bisa jadi itu adalah makanan terakhir untuk sarapan besok pagi, kita sebagai murid kadang tak sadar kita menggunakan materil yg dimiliki sang guru.

Lantas apa bentuk loyalitas murid kepada gurunya?

Dalam cerita-cerita silat, kedudukan seorang guru silat bisa jadi seperti seorang raja, apa perintahnya ya harus dijalankan, bahkan murid tidak boleh membantahnya, apakah itu benar pada kenyataannya?

Sebenarnya yang terjadi adalah kisah seorang murid yang sangat menghormati gurunya, dianggapnya seperti orang tua sendiri. Banyak murid yang tanpa sadar telah mengabdikan hidupnya untuk sang guru bahkan membantu mencari nafkah. Mungkin itulah bentuk loyalitas pada guru dari seorang murid.

Dalam kisah kisah masa lalu, biasanya muridnya tinggal bersama gurunya ketika menuntut ilmu dan membantu pekerjaan gurunya ketika tidak berlatih, bahkan mungkin akhirnya ada yang berakhir menjadi mantu atau anak angkat. Apakah ini masih ada dalam masa sekarang ini?

Masa sekarang ini orang selalu menilai sebuah nilai dengan mata uang, jika hendak berlatih yang ditanyakan adalah berapa jumlah nilai mata uang yg harus dikeluarkan, sebenarnya itu tidak masalah tapi kadang ada saja orang yang menganggap bahwa ilmu silat itu jika sudah dapat dibeli dengan uang maka itu menyalahi aturan atau kebiasaan, padahal saya rasa hal itu sah saja, karena kita tak seperti orang dulu yang mengabdikan diri kepada guru sepenuhnya, tapi hal itu menjadi tidak wajar bila menganggap nilai mata uang yang ditakar adalah suatu hal yang menyebabkan muncul pemikiran dan  sikap bahwa ilmu silat itu mudah dibeli dan seorang guru adalah orang yang mudah dibeli.

Sebagai bentuk loyalitas seorang murid kepada gurunya bisa jadi dengan memberikan sejumlah uang baik diminta ataupun tidak kepada sang guru sebagai ganti tenaga dan waktu sang guru yang tak bisa kita bayar dengan tenaga dan waktu kita sendiri.

Lantas apa lagi bentuk loyalitas murid pada gurunya? Saya merasa dan mengamati, pantasnya seorang murid juga punya bentuk loyalitas pada keilmuan dan adab sang guru serta pada perguruan tempat ia berlatih, maksudnya seorang murid harus menjaga ke aslian ilmu yang diberikan gurunya jika diberikan ijin oleh sang guru untuk mengembangkan maka bukan berarti merubahnya tetapi mengembangkan keilmuan dengan menjaga aslinya dan memadupadankan pada keilmuan lain, bentuk loyalitas pada perguruan bisa jadi sebuat pemikiran guna perkembangan dan kemajuan perguruan, atau juga waktu dan tenaga untuk mengurus kegiatan di perguruan, bahkan bisa juga berupa materil guna menutupi biaya kegiatan. Selain hal yang saya sebutkan diatas maka ada sikap penting yang harusnya dimiliki oleh seorang murid yaitu menjaga nama baik guru, keilmuan, dan perguruan serta menutup aib mereka.

Salam silat

Artikel silat

Standar

Lewat penelusuran yang dilakukan Koran Jakarta,
akhirnya jawaban atas pertanyaan di atas
didapatkan dari sebuah komunitas yang bernama
Forum Pencinta dan Pelestari Silat Tradisional
Indonesia (FP2STI). Pencak silat pada umumnya
hanya menjadi “penghias bibir” bagi sebagian
besar masyarakat Indonesia.
Hal itu sangat bertolak belakang dengan
berkembang pesatnya kebudayaan nasional itu di
mancanegara. Warga dunia sudah mulai
mempelajari silat bukan hanya jurus dan
aplikasinya, namun juga seluruh aspek yang
berkaitan dengan silat. Berakar dari hal itu,
muncullah sebuah komunitas FP2STI yang
berupaya mengangkat kembali budaya bangsa
Indonesia tersebut.
Komunitas itu terbentuk dari sekelompok pencinta
pencak silat yang sering berkumpul dan
berdiskusi dalam laman online Silat Bogor.
Seringnya bertukar pikiran pada forum tersebut
menyebabkan timbul keinginan mencari tahu
pendekar-pendekar silat tradisional yang
sebelumnya sangat jarang diketahui
keberadaannya.
Sejumlah guru besar dengan murid-muridnya
akhirnya memutuskan untuk melakukan
pertemuan secara langsung. Seiring dengan
semakin seringnya kopi darat pada saat itu,
akhirnya didirikanlah FP2STI pada tanggal 6 Juni
2006 di Padepokan Pencak Silat TMII.
Misi dan Visi
Visi yang diemban oleh FP2STI adalah
melestarikan silat tradisional sebagai budaya
luhur bangsa Indonesia. Adapun misi berjalannya
FP-2STI antara lain menjadikan silat tradisional
sebagai tuan rumah di negeri sendiri dan
menjadikan Indonesia pusat pengembangan silat
tradisional dunia.
“Kita ingin menyosialisasikan bahwa pencak silat
itu tidaklah seperti pandangan yang ada di benak
masyarakat bahwa silat itu kampungan,” ungkap
Taufan Prasetya, Ketua FP2STI, ketika ditemui
oleh Koran Jakarta.
Dilihat dari strukturnya, FP2STI ini pada dasarnya
berada dalam sebuah yayasan bernama Sahabat
Silat yang dimotori oleh Alda Amtha. Yayasan itu
tentunya memerlukan suatu forum kegiatan.
Forum kegiatan itulah yang dinamakan FP2STI.
Bentuknya jauh berbeda dengan Ikatan Pencak
Silat Indonesia (IPSI) yang berupa organisasi
nasional yang membawahi kegiatan pencak silat
secara resmi.
Menurut Taufan, FP2STI lebih berupa padepokan-
padepokan dan berbasis komunitas. Selain itu, di
dalam FP2STI, tidak adanya pertandingan
kompetisi, berbeda dengan IPSI yang bentuknya
lebih berupa kompetisi. Selama
perkembangannya, FP2STI tidak lepas mengalami
masa pasang-surut.
Dimulai dari hanya 25 orang dan berbentuk tim-
tim kecil, mereka mendatangi sejumlah perguruan
lainnya untuk kemudian merangkulnya bersama-
sama. “Hingga sekarang, sudah ada ratusan guru
besar silat yang bergabung dengan ribuan
muridnya,” ujar Edwin Hidayat, pendekar Golok
Saliwa sekaligus pengurus komunitas itu.
Saat ini, perguruan silat yang di bawah naungan
FP2STI telah berjumlah 33 di Jakarta, sekitar 40
di Riau, 77 perguruan di Surabaya, dan masih
banyak lagi yang tersebar di wilayah Indonesia
lainnya. Komunitas itu pun berhasil menjangkau
sejumlah negara lain. Beberapa aktivis FP2STI
juga berada di Amerika, Singapura, Belanda,
Jerman, dan beberapa lainnya. Orang Prancis,
Italia, dan Inggris pun sering mendatangi salah
satu guru besar FP2STI sekadar untuk berlatih
silat. edh/R-3
Ragam dan Tantangan Seni Pencak
Terdapat lebih-kurang 800 aliran silat di
Indonesia. Di Sumatra Barat, terdapat sekitar 200
aliran asli. Masing-masing aliran berbeda dan
memiliki ciri khas. Bukan hanya aliran Jawa Barat
dengan Sumatra Barat yang berbeda, namun juga
antara aliran silat di Sumatra Barat yang tinggal
di pegunungan dan di pantai.
Bahkan antara gunung yang satu dan yang
lainnya berbeda. Menurut Taufan, silat secara
umum pada zaman Orde Baru perkembangannya
sangat pesat, terutama sebagai aspek olah raga.
Saat itu, perhatian pemerintah memang besar dan
sangat mendukung perkembangan pencak silat.
Namun, semenjak era reformasi hingga sekarang,
perkembangan silat kembali menurun. Sosialisasi
yang diadakan oleh FP2STI beberapa tahun
belakangan ternyata berbuah hasil yang bagus
dalam meningkatkan minat masyarakat untuk
kembali ke silat. Diadakannya beberapa kegiatan
yang walaupun hanya bermodalkan dana swadaya
anggotanya serta ekspos media yang semakin
tinggi membuat perkembangan silat saat ini
dirasa kembali meningkat.
Salah satu bentuk ekspos media ini adalah
dibuatnya film Merantau dan The Raid.
Penggunaan teknik-teknik silat yang kental pada
kedua film tersebut sedikit membuka mata
masyarakat bawha ternyata pencak silat tidak
kampungan dan tidak seperti yang selama ini
mereka ketahui. “Film itu sangat besar
pengaruhnya terhadap minat silat, dan dilihat dari
trennya terhadap silat, memang semakin ke sini
semakin meningkat,” aku Taufan.
Masih kurang diminatinya pencak silat oleh kaum
urban adalah kurang tersedianya fasilitas berlatih
di daerah perkotaan dibanding dengan olah raga
bela diri lainnya seperti boxing atau capoiera yang
dapat ditemui di gym atau tempat-tempat
strategis perkotaan lainnya yang mudah dicapai.
Perkembangan pencak silat di negara lain,
misalnya Malaysia, dikatakan Taufan, malah jauh
lebih baik dibanding Indonesia. Hal itu
dikarenakan lemahnya Indonesia dalam budaya
tulis dan hanya mengutamakan budaya tutur. Di
Malaysia, dalam hal pendokumentasian lebih
jelas.
Padahal jika ditelusuri lebih lanjut, 90 persen silat
di Malaysia datang dari Sumatra Barat. Singapura
bahkan lebih hebat. Negara tersebut dikabarkan
memiliki visi menjadi negara pusat silat. Mereka
akan membangun sebuah institusi khusus pencak
silat. Menyadari tidak adanya sumber daya,
Singapura akan memanggil guru besar-guru besar
dari Indonesia, Malaysia, dan Filipina untuk
mengajar di sana. edh/R-3
Mempelajari Nilai-nilai Kehidupan yang Luhur
Melalui forum itu, FP2STI ingin menggali
aspekaspek luhur kehidupan yang terkandung
dalam silat. Oleh karena itu, bentuk
kegiatankegiatan yang diadakan memang sedikit
berbeda. Beragam kegiatan dirancang oleh
FP2STI untuk menarik minat masyarakat,
terutama kaum muda, untuk melestarikan silat
tradisional Indonesia.
Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan adalah
workshop atau semacam diskusi bulanan.
Komunitas itu mengundang perguruan-perguruan
anggota FP2STI untuk mempresentasikan apa
yang perguruan tersebut persembahkan atau
ajarkan kepada muridnya. “Jadi, lebih ke berbagi
pengetahuan sesama perguruan,” kata Taufan.
“Workshop ini diadakan selain bermaksud untuk
belajar, menjadi media silaturahim sehingga
masalah egosentris yang semisal memang ada
akan kita minimalisasi,” tambah dia. Salah satu
workshop yang pernah dibuat oleh FP2STI
bermateri tentang silat dari perspektif budaya.
Sejumlah perguruan silat melakukan demonstrasi
pada kegiatan tersebut. Perguruan Iko Uwais saat
itu juga diundang. Ia juga sempat hadir dalam
workshop itu dan ikut berbagi sedikit
pengalamannya dalam bersilat. Bentuk workshop
silat yang pernah diadakan antara lain silat
Bandrong, silat Harimau, silat Kumango, silat
Seliwa, dan silat Champ.
Pengabdian FP2STI
Selain mengadakan workshop, forum itu pernah
mengadakan kegiatan seminar “Silat for Life”.
FP2STI, dalam kegiatan ini, mendatangkan
beberapa CEO perusahaan sebagai tamu
narasumber. Melalui kegiatan itu, konsep silat
dijabarkan dapat juga digunakan untuk kegiatan
sehari-hari, bahkan dapat diterapkan dalam
sebuah manajemen.
FP2STI juga melaksanakan kegiatan-kegiatan
yang manfaatnya dapat dirasakan secara
langsung oleh masyarakat. Salah satunya adalah
aksi sosial saat terjadi gempa di Sumatera Barat,
dan memberikan pelatihan pencak silat untuk
tenaga kerja wanita di Hong Kong. Baru-baru ini,
FP2STI pun mengadakan sebuah lomba penulisan
artikel yang bertema silat.
“Rupanya tanggapannya cukup baik oleh para
penggemar silat, dan kita sempat kaget juga
mengetahui responsnya yang luar biasa,” ungkap
Edwin. Program lainnya yang diadakan oleh
FP2STI adalah kolaborasi dengan IPSI dalam
pertunjukan pencak silat indah di berbagai
perlombaan, wisata menuju daerah-daerah pusat
berkembangnya pencak silat, gerakan peduli silat,
silat goes to campus, Indonesian community
exhibition, dan pameran budaya Indonesia.
Ada juga kampung silat Jampang sebagai bentuk
dari kerja sama dengan sebuah yayasan sosial,
yakni pembangunan pusat pelatihan silat dan
menghidupkan kembali roh silat kampung
Jampang. Ke depan, kegiatan yang akan
dilaksanakan oleh FP- 2STI melibatkan anak-
anak sekolah.
Rencana jangka panjangnya, aku Edwin, FP-2STI
harus memiliki sebuah kantor pusat serta
fasilitasfasilitas lainnya yang turut mendukung
komunitas itu. “Semua ini harus dilakukan secara
bergulir dan tidak mudah. Soalnya, aktivis kita
sendiri di antaranya juga merupakan orang-orang
sibuk semua,” jelas Edwin.
Melalui forum tersebut, diharapkan akan timbul
sebuah kesadaran akan pentingnya melestarikan
budaya silat tradisional di Indonesia. FP2STI
memiliki tujuan mencuri perhatian orangorang
pintar, tokoh-tokoh masyarakat, kaum muda, dan
pemerintah untuk bergabung dengan forum
tersebut.
“Kita perlu sponsor dalam mengembangkan silat
ini karena pendanaan yang masih dilakukan
secara swadaya hingga saat ini memang
menjadikan salah satu kendala FP2STI dalam
mengembangkan silat tradisional lebih besar lagi,”
pungkas Edwin.